English French German Spain Italian Dutch Russian Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

TRANSLATION

Join The Community

Premium WordPress Themes

Minggu, 22 Mei 2011

manipulasi beras

Negara kita Indonesia adalah negara yang agraris, tapi selalu kekurangan beras yang merupakan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia, Sehinggga pemerintah mengimport beras dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Kalau hal ini terus berlangsung maka akan semakin merusak stabilitas ekonomi yang tentunya dapat memicu ketidak stabilan politik Kalau kita amati tampaknya ada permainan oleh para elite politik,pejabat tinggi negara dan pelaku ekonomi dengan melakukan KKN dan membuat issue kelangkaan beras.
Sebagai negara yang agraris mestinya Indonesia bisa mandiri tidak tergantung dengan luar negeri, dulu Indonesia adalah pengeksport beras dan sempat terhenti sebagai pengimport beras selama dua tahun, pada tahun 2008 dan 2009 dan tahun 2010 pemerintah mengimport beras kembali sebanyak 1,2 juta ton ,menurut perkiraan tahun 2011 pemerintah akan mengimport beras sebanyak 1,75 ton. Untuk menjaga harga beras agar tetap stabil di awasi oleh sebuah lembaga yang bernama BULOG adapun tugas BULOG ini mengawasi cadangan beras dan melakukan operasi pasar jika di perlukan, tapi dalam realitanya harga beras tetap tidak stabil di pasaran.
Sudah menjadi rahasia umum Indonesia mengeksport beras ke luar negeri (negara tertentu) lalu membelinya kembali dan di import balik ke Indonesia. Politik ekonomi yang strategis tapi merugikan rakyat banyak,petani. Nasib para petani semakin terpuruk dengan adanya pemerintah mengimport beras maka harga gabah dan beras local menjadi anjlok akan tetapi harga pupuk bertambah mahal. BULOG mematok harga di bawah pasaran dengan harga yang di tetapkan BULOG Rp.5.060/kg ,jika di bandingkan dengan biaya produksi maka produsen lebih memilih untuk berhenti berproduksi dan akibatnya stock beras BULOG menjadi kosong. 
Masalah kelangkaan beras sangat rawan karena bisa membuat rakyat menjadi marah dan pada suatu saat nanti akan bisa terjadi gejolak politik, apabila pemerintah tidak segera mengambil langkah langkah yang memihak pada rakyat. Dengan berbagai alasannya pemerintah tetap mengimport beras, hal yang tidak masuk akal, karena pada bulan april s/d mei 2011 ini adalah masa panen raya padi, jadi pemerintah telah mengambil langkah keliru dan terlihat nyata adanya KKN.
Tidak adanya daya beli sebagian masyarakat sebagai akibat masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia. Kita kembalikan lagi hal pada hati nurani para pemimpin negeri ini di manakah rasa nasionalismenya.
RAKYAT INDONESIA DI BOHONGI OLEH MEDIA MASA ATAUPUN PEMEGANG SAHAM/PEMODAL BESAR DI INDONESIA SEMUA TAKTIK DAN TIPUDAYA MUSLIHAT MEREKA LAKUKAN HANYA UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI, SEHINGGA USAHA PEMBODOHAN RAKYAT PUN TERUS DI LAKUKAN. TERMASUK MEMANIPULASI PUPUK, PADAHAL PABRIK, BAHAN BAKU, TENAGA KERJA DLL ITU ADA DI INDONESIA. JADI BUAT APA GUNANYA PETANI KALO INDONESIA MASI MENGIMPOR BERAS. SEMUANYA PENIPU BELAKA KALO SOAL UANG. .....................................BETAPA RENDAHNYA MORAL MU DARI BINATANG.
Written by ariewayq


2 comments:

Tidak ada yang bisa kukomentari selain semakin hancurnya negara ini. Negara Indonesia merupakan salah satu negara agraris terbesar didunia, namun kenapa sangat sulit sekali untuk mendapatkan beras bagus yang murah dan berkualitas. Impor beras terus dilakukan sehingga kesejahteraan para petani kita semakin turun, yang mampu mengkonsumsi beras-beras bagus dan berkualitas saat ini hanyalah para orang kaya yang bermobil sekelas Mercedes-Benz dan tinggal dikomplek2 elit yang mentereng.

Mas Dwi Wahyudi.
saya sangat setuju dengan komentar saudara,
jadi kita seperti anak bayi yang di bodohi dengan permen karna kurangnya perhatian pemerintah kepada rakyatnya. semoga suatu hari Indonesia dapat menangulangi ini. sebagai generasi muda mari kita berjuang demi kepentingan masyarakat.

Posting Komentar

The Savior Headline Animator

Visitor Backling

http://ariewayq.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.